Khotbah Minggu 17 November 2024 MATIUS 24:9-14  “ORANG YANG BERTAHAN SAMPAI AKHIR AKAN SELAMAT”

Khotbah Minggu 17 November 2024 MATIUS 24:9-14  “ORANG YANG BERTAHAN SAMPAI AKHIR AKAN SELAMAT”

24:9 Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa,   dan kamu akan dibunuh   dan akan dibenci   semua bangsa oleh karena nama-Ku,   

24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. 

24:11 Banyak nabi palsu   akan muncul  dan menyesatkan banyak orang.  

 24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. 

24:13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.   24:14 Dan Injil Kerajaan ini   akan diberitakan di seluruh dunia   menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.

“ORANG YANG BERTAHAN SAMPAI AKHIR AKAN SELAMAT”

1. Banyak orang mengaku memiliki hubungan dengan Allah. Tetapi saat masa sulit belum tentu. Berkali-kali dalam Perjanjian Baru kita diberitahu bahwa kesengsaraan, penderitaan, kesusahan, dan kesulitan lainnya hanyalah bagian sehari-hari dari kehidupan orang Kristen. Orang-orang Kristen dipukuli, ditangkap, mati syahid, dibiarkan mati, dan dibenci. Penganiayaan tidak hanya akan bersifat fisik, tetapi juga emosional dan mental. Banyak kesengsaraan dirasakan sejenis birth pains yang dialami akan menjadi akibat langsung dari kesetiaan kita kepada  Firman Tuhan dan karena kita dengan tegas  mengikuti kehendak Allah, bertekad untuk mewujudkan kehendak Tuhan di bumi. Kata “kesengsaraan” atau “dianiaya” (bahasa Yunani Thlipsis, atau “kesusahan”) adalah kata kunci dalam bagian ini. Penganiayaan ini akan membuat banyak murid berpaling dari iman.

2.  Dari zaman para rasul sampai hari ini, jutaan orang Kristen telah dianiaya dan dihukum mati. Ayat 9 melanjutkan dengan menyatakan bahwa orang Kristen akan “dibenci oleh semua bangsa karena karena nama-Ku.” Kita dapat melihat pemenuhan yang lebih besar dari ramalan ini sekarang. Pembusukan agama. Banyak orang meninggalkan standar moral yang dientukan Allah. Kejahatan menjadi lebih populer dan dapat diterima secara sosial. Kebencian dapat diekspresikan dalam banyak hal, salah satunya adalah sekularisasi. Pemerintah yang pernah menghormati moralitas dan iman, sekarang berkurang. Ada begitu banyak alasan untuk takut hari ini,  merasa putus asa, kalah, dan seperti kita harus menyerah saja. Kedurhakaan adalah keinginan umum untuk mengabaikan aturan yang umum termasuk hukum yang ditetapkan pemerintah maupun yang tertanam sebagai norma dalam suatu budaya. Peningkatan dramatis dalam pelanggaran hukum yang mengakibatkan terkikisnya kepercayaan di antara orang-orang. Polarisasi antara kerajaan kegelapan dan kerajaan terang akan lebih terlihat daripada sebelumnya. Kita harus bertanya apakah kedurhakaan telah meningkat? Tentu saja, sudah! Hanya dengan melihat tindakan-tindakan kejam dan keji yang dilakukan oleh para teroris, kita dapat melihat betapa tidak adilnya pelanggaran hukum, yaitu keinginan untuk hidup bertentangan dengan norma dan hukum sosial. Bunuh diri, aborsi, dan perceraian adalah tanda-tanda lebih lanjut dari pengabaian aturan-aturan masyarakat secara sembrono. Dalam bidang seksualitas, istilah ‘imoralitas seksual’ telah dihapuskan untuk menciptakan norma seksual baru—apa pun boleh. “Kamu lebih menyukai kejahatan dari pada kebaikan, dan lebih menyukai dusta dari pada mengatakan kebenaran” (Mazmur 52:3). Pelanggaran hukum telah meningkat. Meskipun beberapa orang mungkin menganggap norma seksual seseorang sebagai pilihannya sendiri, kita harus ingat bahwa norma-norma tersebut telah dilindungi oleh hukum dan budaya selama beberapa generasi untuk melindungi dari bahaya. Banyak rasa sakit dan kengerian berasal dari setiap tindakan, pelecehan seksual, dan keinginan untuk mengejar pilihan sendiri daripada rasa hormat orang lain. Memang benar beberapa hukum budaya mengandung rasa sakit dan masalah, tetapi biasanya hukum-hukum tersebut melindungi orang-orang.

3.  Perubahan besar tengah melanda masyarakat kita, menimbulkan ketakutan dan keterkejutan. Kita sudah melihat kecenderungan ke arah kedurhakaan di zaman kita sendiri karena semakin banyaknya pembatasan terhadap otoritas yang tepat. periode yang dijelaskan di sini akan menjadi unik dalam sejarah. Seperti yang disebutkan Paulus kepada Timotius, “… ketahuilah ini, bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual, sombong, menghujat, tidak taat kepada orang tua. Mereka tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelek-jelekkan orang, tidak dapat mengendalikan diri, garang, tidak suka yang baik, suka berkhianat, keras kepala, sombong, lebih suka bersenang-senang dari pada mencintai Allah…” (2Tim. 3:1-4). Semakin sulit bagi orang tua untuk mendisiplinkan anak-anak mereka menurut pedoman Alkitab.

Kita mendengar orang berkata, “Bagaimana orang bisa melakukan itu?” “Mengapa mereka melakukan hal seperti itu?” Insiden tragis ini berbeda dari yang terjadi di masa lalu karena ada beberapa orang yang rela membunuh ‘orang tak bersalah’, termasuk wanita dan anak-anak, diri mereka sendiri, dan tujuan untuk membunuh sebanyak mungkin orang.Penganiayaan ini akan sangat luar biasa dan begitu kuat sehingga mereka pura-pura  mencintai Tuhan dan bahkan akan meninggalkan Tuhan. Kristus. Orang-orang hanya dalam kepura-puraan, bukan dalam kenyataan. Begitu banyak orang dalam gerakan Kristen teralihkan, keduniawian, dan takut menyinggung perasaan orang lain. Mereka melakukan semua yang mereka lakukan dengan cara yang religius tetapi tujuan yang egois. Tujuan mereka adalah untuk mendapatkan kemuliaan dan pujian dari manusia atau untuk menggunakan agama demi mendapatkan sesuatu bagi diri mereka sendiri. Kata-kata Yesus adalah pengingat yang serius bahwa Setan akan melakukan apa pun sehingga dunia akan tetap dalam kegelapan.

4.  Dalam ayat ini Yesus memberi tahu para murida-murid akan diserahkan supaya disiksa. “Diserahkan” dalam bahasa asli adalah Paradidomi, yang merupakan gagasan seseorang yang ditangkap oleh pihak berwenang dan diserahkan kepada algojo. Begitulah istilah itu digunakan. Jadi orang akan dikirim supaya disiksa.

Secara historis, penganiayaan dan penderitaan selalu menjadi metode pemurnian Tuhan. Ibrani 3:12;  Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah   yang hidup.”

5.  Yesus berkata dalam ayat 13, “Tetapi orang yang bertahan sampai akhir akan diselamatkan.” Dua hal tersirat dari ayat ini. 

            a.  Pertama, kita tahu bahwa ada akhir dari konflik ini. Yesus memberi tahu kita untuk tidak terkejut dengan masalah dan peristiwa dunia yang gelap dan patah ini  konflik pasti. Suatu hari Yesus akan menghilangkan semua konflik dan membuat segala sesuatu dengan benar. Kata diselamatkan dalam bahasa yunani “Sozo” yang bisa berarti disembuhkan. Kita perlu mengingatkan diri kita sendiri bahwa Tuhan dapat mengubah segala sesuatu.

Konflik-konflik ini seharusnya tidak menyebabkan kita takut, tetapi kita harus menyadarinya dan mengantisipasi konflik dalam ukuran yang lebih besar sampai Yesus kembali. “Jangan berdoa untuk hidup yang mudah; Berdoa untuk menjadi orang yang lebih kuat! Jangan berdoa untuk tugas yang setara dengan kekuatan kita; Berdoa untuk kekuatan yang setara dengan tugas kita.

Perhatian yang tetap dan terus-menerus pada janji-janji Tuhan, dan keyakinan yang kuat pada janji-jani Tuhan, akan mencegah perhatian dan kecemasan akan kekhawatiran kehidupan ini. Itu akan membuat pikiran tetap tenang dalam setiap perubahan, dan mendukung serta menjaga semangat kita supaya tidak tenggelam di bawah beberapa masalah kehidupan. Pandangan menentukan hasil. Jika kita hanya melihat masalah, kita akan kalah; tetapi jika kita melihat kemungkinan dalam masalah, kita dapat memperoleh kemenangan.” ketekunan adalah aspek penting dari perjalanan orang Kristen. Ketekunan adalah tema utama dalam Alkitab, Ketekunan adalah kemampuan untuk tetap berkomitmen dan fokus pada tugas atau tujuan, bahkan ketika menghadapi tantangan atau keputusasaan. Ketekunan dicirikan oleh tekad yang kuat, ketahanan, dan kemauan untuk terus maju, tidak peduli seberapa sulit perjalanannya Melalui ketekunan, orang Kristen dapat menunjukkan komitmen mereka yang teguh terhadap iman dan kepercayaan mereka pada rencana Tuhan. ‘Ketika kereta api melewati terowongan dan hari mulai gelap, Anda tidak membuang tiket dan melompat keluar. Anda duduk diam dan percaya kepada masinis.’ Kata-kata ini mengingatkan kita untuk percaya pada rencana Tuhan bahkan ketika kita tidak dapat melihat jalan ke depan. Ketekunan bukan hanya tentang melewati keadaan sulit; tetapi juga tentang percaya pada bimbingan Tuhan dan mengandalkan kekuatan-Nya untuk membawa kita melewatinya. Dengan bertekun, orang percaya dapat menginspirasi orang lain dan menjadi bukti kekuatan dan ketahanan yang ditemukan dalam hubungan mereka dengan Tuhan.

Akan “diselamatkan, ” tidak harus diselamatkan dari kesengsaraan, tetapi membawanya ke penyempurnaan. Keselamatan ini tidak bertumpu pada daya tahan, tetapi pada daya tahan yang menyelamatkan iman – ketergantungan pada kesetiaan Kristus.

b.        Kedua, kita tahu bahwa mereka yang benar-benar pengikut Yesus akan tetap setia selama konflik ini. Tidak berhenti. Kesengsaraan tidak boleh membuat kita benar-benar lengah. Ingat, beberapa orang terbaik akan memiliki perlakuan terburuk – sama seperti Tuhan kita Yesus. Orang percaya sejati akan bertahan dan akan tetap setia. Bertahan dan berdiri teguh dalam iman, meskipun ada hasutan untuk melakukan. Ketekunan tidak selalu berarti menang dan kalah. Ketekunan berarti muncul dan bangkit pada kesempatan itu dan tampil. Ketekunan, rahasia dari semua kemenangan.Ketekunan lebih dari sekadar ketahanan. Ketekunan itu dikombinasikan dengan keyakinan dan kepastian mutlak bahwa apa yang kita cari akan terjadi.” Hanya ada satu fondasi yang aman: hubungan yang tulus dan mendalam dengan Yesus Kristus, yang akan membawa kita melewati semua kekacauan.

Bagaimana kita memanfaatkan masa ketenangan dan kedamaian  ini untuk mendengar Injil? dan kesempatan untuk memberitakan Injil.

6. Selama masa-masa yang berbahaya ini, Tuhan  juga memperingatkan kita akan dua hal, karena makin bertambahnya kedurhakaan/kejahatan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.Kedurhakaan, berlipatganda, bertambah, menyebar.” Kasih mereka terhadap Tuhan dan terhadap gereja akan “menjadi dingin.”

Konflik yang diderita orang percaya sering digunakan untuk memperbesar keindahan dan kuasa Injil Yesus Kristus.  Kita berusaha untuk membawa Injil ke setiap bangsa karena Kristus memerintahkan kita dan hasil logis dari. Tidak akan ada ruang untuk kepercayaan yang suam-suam kuku dan setengah hati seperti pada periode sebelumnya: bahaya yang intens yang berhubungan dengan pengakuan Kristus akan memastikannya! Sebagai orang percaya, kita wajib bersungguh-sungguh dalam perjalanan hidup kita “selagi masih siang” dan memelihara serta menyampaikan Kebenaran Firman Tuhan dengan segala cara yang kita bisa. Kasih kita kepada Kristus adalah memberi tahu orang lain tentang Dia.

Leave a comment